Yangsatuini.com | Di era gambar AI dan video editan yang makin halus, wajar kalau kita mulai bertanya: ini asli atau tidak? Salah satu langkah paling masuk akal—tanpa perlu jadi ahli teknologi—adalah mengecek EXIF, yaitu data kecil yang menempel pada file gambar atau video.
EXIF bukan alat penghakiman, tapi ia memberi konteks. Anggap saja seperti catatan di balik layar.
1. Pahami Dulu Apa Itu EXIF
EXIF adalah singkatan dari Exchangeable Image File Format. Isinya data teknis yang otomatis terekam saat gambar atau video dibuat, seperti tanggal pembuatan, jenis kamera, resolusi, dan kadang aplikasi yang digunakan.
Bagi orang awam, EXIF tidak perlu dipahami secara detail. Cukup tahu satu hal: kalau datanya ada, kita dapat petunjuk tambahan; kalau tidak ada, belum tentu file itu mencurigakan.
2. Mulai dari Cara Paling Sederhana: Klik Kanan
Di laptop atau PC, kamu bisa langsung klik kanan file gambar atau video, lalu pilih Properties (Windows) atau Get Info (Mac). Dari sini biasanya terlihat tanggal pembuatan, ukuran file, dan resolusi.
Cara ini cocok untuk langkah awal. Memang tidak sedetail alat khusus, tapi sering kali sudah cukup untuk memberi gambaran dasar.
3. Gunakan Website Pengecek EXIF Gratis
Kalau ingin melihat data lebih lengkap, gunakan situs pengecek EXIF online. Tinggal unggah file, lalu baca hasilnya. Tidak perlu install aplikasi apa pun.
Website semacam ini ramah untuk pemula karena tampilannya biasanya sudah diringkas. Fokuskan perhatian pada bagian Date, Camera/Device, dan Software.
4. Jangan Panik Jika EXIF Kosong
Banyak orang kaget saat mendapati EXIF kosong. Padahal ini sangat umum. Media sosial seperti WhatsApp, Instagram, atau Telegram sering menghapus EXIF secara otomatis untuk menghemat ukuran file dan menjaga privasi.
Jadi, EXIF kosong bukan berarti gambar palsu. Ini hanya berarti datanya tidak ikut terbawa.
5. Perhatikan Bagian “Software” atau “App”
Salah satu kolom menarik di EXIF adalah Software. Di sini kadang tertulis nama aplikasi yang digunakan untuk memproses file, misalnya editor foto atau video.
Kalau ada nama aplikasi edit, itu bukan kesalahan. Hampir semua foto digital hari ini melewati proses edit. Tapi informasi ini membantu kita memahami seberapa jauh file tersebut diolah.
6. Cek Tanggal dan Waktu dengan Logika
Tanggal pembuatan sering terlihat sepele, tapi bisa sangat membantu. Misalnya, file diklaim baru dibuat kemarin, tapi EXIF menunjukkan tanggal bertahun-tahun lalu.
Namun ingat, tanggal juga bisa berubah karena pemindahan file atau proses edit. Jadi gunakan logika, bukan kecurigaan berlebihan.
7. Lokasi Tidak Selalu Ada (Dan Itu Normal)
Banyak orang mengira foto tanpa lokasi GPS itu mencurigakan. Padahal kenyataannya, sebagian besar kamera dan ponsel mematikan lokasi secara default demi privasi.
Jika lokasi ada, anggap itu bonus informasi. Jika tidak ada, jangan langsung menyimpulkan apa pun.
8. Cek Video dengan Ekspektasi yang Realistis
EXIF video biasanya lebih minim dibanding foto. Umumnya hanya menampilkan durasi, resolusi, format, dan kadang perangkat perekam.
Jadi jangan berharap video akan memberi detail panjang lebar. Untuk pemula, cukup gunakan data ini sebagai konteks tambahan.
9. Sadari Bahwa EXIF Bisa Hilang atau Diubah
EXIF bukan data sakral. Ia bisa dihapus, diubah, atau hilang karena proses upload, download, dan edit. Artinya, EXIF bukan bukti mutlak keaslian.
Di sinilah pentingnya tidak menggantungkan penilaian hanya pada satu sumber data.
10. Gabungkan EXIF dengan Akal Sehat
Langkah terakhir justru yang paling penting. Gabungkan hasil EXIF dengan konteks: siapa yang mengunggah, di mana pertama kali muncul, dan apakah ceritanya masuk akal.
Di titik ini, peran pembaca sangat besar. Data membantu, tapi penilaian tetap ada di manusia—yang satu ini sering kali lebih akurat daripada sekadar angka dan metadata.
Penutup
Cek EXIF bukan soal mencari kesalahan, tapi soal menambah sudut pandang. Ia membantu kita menjadi penonton yang lebih sadar, bukan lebih curiga.