Belajar menyetir bukan cuma soal bisa jalan, belok, dan berhenti. Banyak pengemudi pemula merasa sudah “cukup bisa”, padahal tanpa sadar masih melakukan kesalahan yang terlihat kecil tapi dampaknya bisa besar. Masalahnya, kesalahan seperti ini sering tidak langsung terasa, sampai akhirnya muncul di situasi genting.
Untuk membangun kebiasaan menyetir yang lebih aman sejak awal, kamu juga bisa membaca tips mengemudi aman untuk pemula sebagai panduan dasar sebelum rutin berkendara.
1. Tidak Memahami Blind Spot
Blind spot adalah area di sekitar kendaraan yang tidak terlihat dari spion. Banyak pemula mengira cukup melihat spion tengah dan samping, lalu langsung pindah jalur. Padahal, ada momen singkat di mana kendaraan lain “hilang” dari pandangan.
Kesalahan ini berbahaya karena sering terjadi saat:
- Pindah jalur mendadak
- Menyalip di jalan ramai
- Berkendara di kecepatan sedang hingga tinggi
Kebiasaan sederhana seperti menoleh sebentar sebelum berpindah jalur bisa sangat mengurangi risiko.
2. Terlalu Fokus pada Kecepatan, Lupa Kontrol
Sebagian pengemudi pemula terlalu takut pelan, sebagian lagi justru terlalu percaya diri saat merasa mobilnya stabil. Keduanya sama-sama berisiko.
Masalahnya bukan di angka kecepatan, tapi pada:
- Jarak dengan kendaraan lain
- Kemampuan mengerem tepat waktu
- Kesadaran kondisi jalan
Kontrol kendaraan selalu lebih penting daripada sekadar cepat atau tidak.
3. Panik Saat Situasi Mendadak
Situasi tak terduga pasti terjadi: kendaraan di depan berhenti tiba-tiba, motor memotong jalur, atau pejalan kaki muncul mendadak. Di sinilah banyak pemula melakukan kesalahan fatal, yaitu panik.
Panik membuat refleks jadi kacau:
- Menginjak pedal yang salah
- Membanting setir
- Mengunci badan dan kehilangan kontrol
Latihan dan pemahaman dasar situasi jalan membantu mengurangi reaksi berlebihan saat kondisi darurat.
4. Posisi Duduk dan Tangan yang Salah
Banyak orang menyepelekan posisi duduk dan cara memegang setir. Padahal ini berpengaruh besar pada kontrol kendaraan dan kelelahan saat menyetir.
Kesalahan umum meliputi:
- Duduk terlalu jauh atau terlalu dekat
- Tangan memegang setir asal nyaman
- Sandaran kursi terlalu rebah
Posisi yang benar membantu reaksi lebih cepat dan mengurangi risiko cedera jika terjadi sesuatu.
5. Mengabaikan Lingkungan Sekitar
Pengemudi pemula sering fokus lurus ke depan dan lupa bahwa jalan adalah ruang bersama. Motor, pejalan kaki, pesepeda, hingga kondisi pinggir jalan perlu diperhatikan.
Mengabaikan lingkungan sekitar bisa menyebabkan:
- Salah ambil keputusan saat belok
- Tidak siap menghadapi pergerakan kendaraan lain
- Terkejut oleh situasi yang sebenarnya bisa diprediksi
Menyetir aman berarti membaca situasi, bukan hanya mengendalikan mobil.
Penutup
Sebagian besar kesalahan pengemudi pemula bukan karena ceroboh, melainkan karena kurang pengalaman dan pemahaman. Dengan mengenali lima kesalahan di atas sejak awal, risiko di jalan bisa ditekan secara signifikan. Artikel yang satu ini diharapkan bisa menjadi pengingat sederhana bahwa menyetir aman itu soal kebiasaan, bukan sekadar kemampuan teknis.
Kondisi hujan juga sering membuat risiko di jalan meningkat, sehingga memahami tips mengemudi saat hujan untuk pemula menjadi langkah penting agar kesalahan yang sama tidak terulang.