Yangsatuini.com | Dalam ekosistem smartphone Samsung, seri M selalu memiliki tempat istimewa di hati para penguna yang mendewakan daya tahan. Jika seri S adalah tentang gengsi dan teknologi mutakhir, serta seri A menawarkan keseimbangan gaya dan fitur, maka seri M adalah “kuda beban” yang siap diajak kerja keras. Samsung kembali menegaskan identitas tersebut melalui peluncuran Samsung Galaxy M54. Perangkat ini hadir dengan proposisi nilai yang sangat jelas: baterai monster dalam kemasan yang semakin manis. Smartphone ini juga masuk dalam daftar Top 5 Smartphone dengan Daya Tahan Baterai Terbaik yang kami rekomendasikan
Pasar ponsel kelas menengah (mid-range) di Indonesia saat ini memang sedang penuh sesak. Kompetitor dari merek Tiongkok terus menggempur dengan fitur pengisian daya kilat dan performa gaming agresif. Namun, Samsung mengambil pendekatan berbeda. Mereka tidak ikut-ikutan dalam perang kecepatan charging, melainkan fokus pada seberapa lama ponsel tersebut bisa menyala. Strategi ini terbukti efektif menarik minat pengguna dengan mobilitas tinggi, seperti pekerja lapangan, driver ojek online, hingga penikmat drama Korea maraton.
Seringkali, Samsung Galaxy M54 dibandingkan langsung dengan saudaranya sendiri, Galaxy A54. Keduanya memiliki jeroan yang mirip, namun target pasarnya berbeda. Artikel ini akan mengupas tuntas apakah pengorbanan di beberapa sektor demi baterai besar dan layar luas ini sepadan. Apakah ponsel ini hanya sekadar “power bank” dengan layar, ataukah sebuah paket lengkap yang layak menjadi daily driver Anda? Mari kita bahas secara mendalam.
Spesifikasi & Detail Produk
Sebelum kita menyelami pengalaman penggunaan, mari kita lihat apa yang ditawarkan Samsung di atas kertas melalui tabel spesifikasi berikut.
| Kategori | Detail Spesifikasi |
| Nama Produk | Samsung Galaxy M54 5G |
| Kategori | Mid-Range Powerhouse |
| Chipset | Exynos 1380 (5nm) |
| Layar | 6.7″ Super AMOLED Plus, 120Hz, 1080×2400 pixels |
| RAM & Storage | 8GB RAM / 256GB Storage (microSD Slot Hybrid) |
| Kamera Belakang | 108MP (Main, OIS) + 8MP (Ultrawide) + 2MP (Macro) |
| Kamera Depan | 32MP (f/2.2) |
| Baterai & Charging | 6000 mAh, 25W Fast Charging |
| Fitur Unggulan | NFC, OIS pada Kamera Utama, Update OS Panjang (4 Tahun) |
| Harga Kisaran | Rp6.499.000 (Harga rilis/dapat berubah) |
| Target Pengguna | Heavy User, Traveler, Content Consumer |
Secara teknis, Samsung Galaxy M54 menggunakan chipset Exynos 1380. Ini adalah prosesor yang sama persis dengan yang digunakan pada Galaxy A54. Artinya, dari segi performa komputasi, ponsel ini sudah naik kelas dibandingkan pendahulunya, M53. Penggunaan fabrikasi 5nm juga menjanjikan efisiensi daya yang lebih baik, yang tentu saja akan berjodoh manis dengan baterai jumbonya.
Selain itu, sektor layar juga mendapatkan perhatian khusus. Penggunaan panel Super AMOLED Plus bukan hanya sekadar gimmick nama. Panel “Plus” ini lebih tipis dan ringan dibandingkan panel AMOLED biasa, yang membantu menjaga bobot ponsel tetap wajar meskipun menggendong baterai 6000 mAh. Dengan ukuran 6,7 inci, layar ini menawarkan kanvas yang luas untuk menikmati konten multimedia.
Pengalaman Penggunaan
Daya Tahan Baterai yang Fenomenal
Berbicara tentang Samsung Galaxy M54, tentu kita harus memulai dari primadonanya: baterai 6000 mAh. Dalam pengujian penggunaan nyata, klaim “monster” bukanlah isapan jempol belaka. Kami menggunakan ponsel ini untuk aktivitas harian yang cukup padat, mulai dari scrolling media sosial, streaming YouTube selama 2 jam, memotret, hingga navigasi GPS. Hasilnya? Ponsel ini mampu bertahan hingga akhir hari kedua dengan sisa baterai sekitar 15-20%. Bagi pengguna moderat, bukan tidak mungkin ponsel ini hanya perlu bertemu colokan listrik setiap tiga hari sekali.
Sayangnya, kapasitas besar ini membawa konsekuensi pada waktu pengisian daya. Dengan dukungan fast charging yang hanya mentok di 25W, mengisi baterai dari kosong hingga penuh membutuhkan kesabaran ekstra. Anda akan menghabiskan waktu sekitar 1 jam 30 menit hingga 1 jam 45 menit. Bandingkan dengan kompetitor yang sudah bisa penuh dalam 30-40 menit. Oleh karena itu, waktu terbaik untuk mengisi daya ponsel ini adalah saat Anda tidur di malam hari.
Layar Luas Memanjakan Mata, Tapi Audio Kurang Menggigit
Beralih ke sektor visual, layar 6,7 inci Super AMOLED Plus 120Hz memberikan pengalaman yang sangat memuaskan. Saturasi warnanya khas Samsung: tajam, hitam pekat, dan cerah. Penggunaan di bawah terik matahari pun tidak menjadi masalah berkat tingkat kecerahan yang mumpuni. Responsivitas layar saat berpindah aplikasi atau scrolling menu terasa sangat mulus tanpa kendala. Ini membuat pengalaman bermain game kasual atau menonton film menjadi sangat imersif.
Namun, pengalaman multimedia yang nyaris sempurna ini sedikit tercederai oleh sektor audio. Samsung hanya menyematkan single speaker (mono) di bagian bawah. Padahal, di rentang harga ini, speaker stereo sudah menjadi standar wajib. Suara yang dihasilkan memang cukup lantang, namun terasa cempreng dan kurang dimensi saat digunakan untuk menonton film dalam posisi lanskap. Anda sangat disarankan menggunakan TWS atau headphone untuk pengalaman audio yang lebih baik.
Kamera 108MP dengan OIS: Lebih dari Cukup
Sektor kamera seringkali menjadi bagian yang dipangkas pada seri M demi menekan harga, namun kali ini Samsung memberikan kejutan. Kamera utama 108MP yang dilengkapi dengan OIS (Optical Image Stabilization) mampu menghasilkan foto yang sangat detail dan tajam di kondisi cahaya melimpah. Warna yang dihasilkan cenderung vibrant dan siap untuk langsung diunggah ke media sosial. Fitur OIS sangat membantu saat mengambil foto di kondisi minim cahaya (Low Light) atau malam hari, meminimalisir guncangan sehingga hasil foto tetap terang dan minim noise.
Kamera ultrawide 8MP-nya cukup standar, berguna untuk memotret pemandangan namun dengan detail yang menurun di bagian pinggir. Sementara itu, kamera makro 2MP rasanya hanya sekadar pelengkap jumlah lensa. Untuk perekaman video, Samsung Galaxy M54 sanggup merekam hingga resolusi 4K 30fps baik di kamera depan maupun belakang. Hasil videonya cukup stabil berkat bantuan OIS dan EIS, menjadikannya alat yang bisa diandalkan untuk vlogging santai.Samsung Galaxy M54 dikenal sebagai salah satu smartphone yang menonjol di segmen menengah, terutama karena kapasitas baterainya yang besar. Di tengah kebutuhan pengguna yang semakin bergantung pada ponsel untuk kerja, hiburan, dan komunikasi, daya tahan baterai menjadi faktor penting yang sering menentukan pilihan. Samsung mencoba menjawab kebutuhan tersebut lewat Galaxy M54 dengan pendekatan yang cukup serius.
Di pasaran, Galaxy M54 diposisikan sebagai smartphone untuk pengguna aktif yang membutuhkan perangkat tahan lama tanpa harus sering mengisi ulang daya. Selain baterai besar, Samsung juga menyematkan layar AMOLED dan kamera beresolusi tinggi untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi dan fitur.
Karena itulah, perangkat yang satu ini kerap masuk dalam daftar rekomendasi ponsel dengan baterai paling awet. Melalui review yang satu ini, kita akan melihat apakah klaim tersebut benar-benar terasa dalam penggunaan nyata dan apakah Samsung Galaxy M54 layak dipilih sesuai kebutuhan pengguna saat ini.
Tabel Kelebihan & Kekurangan (Detail)
Berikut adalah analisis objektif mengenai apa yang membuat ponsel ini unggul dan di mana letak kelemahannya.
| Aspek | Kelebihan | Kekurangan |
| Baterai | Kapasitas 6000 mAh memberikan daya tahan luar biasa, salah satu yang terbaik di kelasnya. | Pengisian daya 25W terasa lambat untuk kapasitas baterai sebesar ini. Adaptor charger tidak disertakan dalam paket penjualan. |
| Layar | Panel Super AMOLED Plus 120Hz memberikan visual yang tajam, cerah, dan responsif. Ukuran 6.7 inci sangat lega. | Bezel layar tidak setipis seri A atau kompetitor lain di kelas harga yang sama. |
| Kamera | Kamera utama 108MP dengan OIS menghasilkan foto dan video yang stabil dan berkualitas tinggi. Kamera depan 32MP bagus untuk selfie. | Tidak ada kamera telephoto. Kamera makro 2MP jarang terpakai dan kualitasnya rendah. |
| Software | Jaminan pembaruan OS Android hingga 4 kali dan security patch 5 tahun. Antarmuka One UI sangat matang dan bebas iklan mengganggu. | Masih terdapat beberapa bloatware (aplikasi pra-instal) saat pertama kali dinyalakan. |
| Desain & Build | Bobot relatif ringan (199g) untuk ukuran baterai 6000 mAh. Desain belakang bersih ala seri S. | Material bodi dominan plastik glossy yang sangat mudah kotor oleh sidik jari. Tidak memiliki sertifikasi IP Rating (tahan air/debu). |
| Audio & Fitur | Sensor fingerprint di samping sangat cepat dan akurat. Konektivitas 5G dan NFC sudah tersedia. | Hanya memiliki single speaker (mono), kualitas audio kurang imersif. Tidak ada jack audio 3.5mm. |
Perbandingan Singkat
Untuk memberikan konteks yang lebih luas, mari kita bandingkan Samsung Galaxy M54 dengan beberapa pesaing:
- vs Samsung Galaxy A54: Galaxy A54 menawarkan build quality lebih premium (kaca belakang), sertifikasi IP67 (tahan air), dan speaker stereo. Namun, Galaxy M54 unggul telak di kapasitas baterai (6000 vs 5000 mAh) dan ukuran layar yang lebih besar. Jika Anda lebih sering di luar ruangan tanpa akses listrik, M54 pilihannya. Jika Anda butuh fitur premium, A54 lebih baik.
- vs Xiaomi Redmi Note 12 Pro+: Redmi menawarkan charging super cepat 120W yang bisa mengisi penuh dalam hitungan menit, serta speaker stereo. Namun, Samsung M54 menang dalam hal kematangan software (One UI) dan jaminan update yang jauh lebih panjang, membuat masa pakai ponsel lebih lama.
Perbandingan lengkapnya akan dibahas di artikel terpisah.
Cocok untuk Siapa?
Ponsel ini sangat cocok untuk:
- Driver Ojol & Kurir: Daya tahan baterai adalah raja. Tidak perlu ribet membawa power bank saat bekerja seharian.
- Traveler & Petualang: Mereka yang sering berada di perjalanan jauh dan membutuhkan perangkat yang tetap menyala untuk navigasi dan dokumentasi.
- Penikmat Film/Drama: Layar AMOLED yang luas sangat nyaman untuk menonton, asalkan menggunakan headphone.
- Pengguna Jangka Panjang: Dengan jaminan update 5 tahun, ponsel ini aman dipakai hingga 2028-2029.
Sebaiknya cari alternatif lain jika:
- Audiophile: Speaker mono akan sangat mengecewakan telinga Anda.
- Gamer Kompetitif: Meskipun mampu menjalankan game, chipset ini bukan yang terkuat di kelas harganya.
- Orang yang Ceroboh: Tanpa sertifikasi IP67, ponsel ini rentan rusak jika terkena air hujan atau tumpahan minuman.
Ringkasan Review
- Battery King: 6000 mAh adalah nilai jual mutlak yang sulit ditandingi.
- Visual Memukau: Layar kualitas tinggi khas Samsung menjamin kepuasan mata.
- Kamera Andal: OIS pada kamera utama membuat hasil foto dan video naik kelas.
- Kompromi: Absennya speaker stereo dan perlindungan air (IP Rating) adalah harga yang harus dibayar untuk baterai besar di segmen ini.
- Long Term Investment: Dukungan software panjang membuatnya bernilai tinggi untuk pemakaian bertahun-tahun.
Skema Penilaian
Skor Akhir: 8.7/10
Kesimpulan
Samsung Galaxy M54 adalah smartphone yang dirancang untuk pengguna yang mengutamakan ketahanan daya dan kestabilan penggunaan. Perangkat yang satu ini tidak mencoba menjadi yang tercepat atau paling tipis, tetapi fokus memberikan pengalaman pakai yang konsisten dan dapat diandalkan sepanjang hari.
Dengan kombinasi baterai besar, layar berkualitas, dan performa yang cukup stabil, Galaxy M54 layak dipertimbangkan sebagai pilihan rasional di kelas menengah, terutama bagi pengguna yang tidak ingin repot sering mengisi daya.
Disclaimer
Artikel ini disusun berdasarkan riset, pengalaman penggunaan, serta referensi dari berbagai sumber tepercaya. Penilaian bersifat subjektif dan dapat berbeda tergantung kebutuhan serta preferensi masing-masing pengguna. Harga dan ketersediaan produk dapat berubah sewaktu-waktu.