Yangsatuini.com | Infinix selama ini dikenal sebagai “raja pasar entry-level” yang rajin mengeluarkan ponsel gaming murah meriah. Namun, persepsi tersebut perlahan mulai mereka geser melalui kehadiran seri Zero. Seri ini merupakan pembuktian bahwa Infinix mampu meracik ponsel dengan cita rasa premium, desain elegan, dan fitur yang biasanya hanya ada di kelas harga yang jauh lebih tinggi. Infinix Zero 30 hadir sebagai manifestasi terbaru dari ambisi tersebut.
Ponsel ini datang dengan narasi yang cukup spesifik: Story On. Infinix menargetkan para konten kreator, vlogger, dan anak muda yang gemar membagikan keseharian mereka dalam format video resolusi tinggi. Kamera depan dengan kemampuan rekam 4K 60fps menjadi senjata utamanya, sebuah fitur yang bahkan jarang dimiliki oleh ponsel flagship merek sebelah. Namun, aktivitas merekam video resolusi tinggi tentu membutuhkan daya yang besar.
Pertanyaan besarnya kemudian muncul. Infinix membekali perangkat ini dengan baterai standar masa kini, yakni 5000mAh. Apakah kapasitas tersebut cukup untuk menopang layar lengkung 144Hz dan aktivitas perekaman video yang intens? Ataukah angka 5000mAh di sini hanya sekadar memenuhi standar industri tanpa manajemen daya yang baik? Banyak calon pembeli ragu apakah ponsel cantik yang satu ini hanya menang di tampang atau benar-benar bisa diandalkan seharian. Artikel ini akan mengupas tuntas performa, kamera, dan tentu saja daya tahan baterainya secara objektif.
Spesifikasi & Detail Produk
Sebelum kita membedah pengalaman penggunaan, mari kita lihat apa yang ditawarkan Infinix di atas kertas. Perlu dicatat, fokus ulasan ini adalah pada varian 5G yang lebih populer.
| Kategori | Detail Spesifikasi |
| Nama Produk | Infinix Zero 30 5G |
| Kategori | Mid-Range Vlogging Smartphone |
| Chipset | MediaTek Dimensity 8020 (6nm) |
| Layar | 6.78″ AMOLED, 144Hz, Curved, 950 nits (peak), Gorilla Glass 5 |
| RAM & Storage | 12GB RAM (+Extended RAM) / 256GB Storage |
| Kamera Belakang | 108MP (Main, OIS) + 13MP (Ultrawide) + 2MP (Depth) |
| Kamera Depan | 50MP (PDAF, Support 4K 60fps Video) |
| Baterai & Charging | 5000 mAh, 68W Super Charge |
| Fitur Unggulan | NFC, Dual Speakers, IP53, Vegan Leather Design (Varian tertentu) |
| Harga Kisaran | Rp4.099.000 – Rp4.399.000 (Dapat berubah sewaktu-waktu) |
| Target Pengguna | Vlogger, TikTok Creator, Pengguna yang mementingkan gaya |
Secara spesifikasi, Infinix Zero 30 menawarkan nilai yang sangat agresif. Chipset Dimensity 8020 memiliki performa yang setara dengan Snapdragon 778G+, yang artinya sangat mumpuni untuk multitasking dan gaming menengah ke atas. Poin penjualan utamanya jelas terletak pada layar lengkung (curved screen) yang memberikan kesan visual tanpa batas (bezel-less) serta kamera depan yang superior.
Pengalaman Penggunaan
>>Desain Mewah, Rasa “Mahal”
Saat pertama kali menggenggam Infinix Zero 30, kesan “HP murah” langsung sirna. Varian Rome Green dengan tekstur kulit sintetis (vegan leather) di bagian belakang memberikan sensasi genggaman yang kesat, nyaman, dan bebas jejak sidik jari. Ditambah lagi, layar lengkung 60 derajat di bagian depan membuatnya terlihat sangat futuristik. Bezel atas dan bawahnya sangat tipis, memberikan rasio layar-ke-bodi yang tinggi. Anda akan merasa sedang memegang ponsel seharga 8 jutaan, bukan 4 jutaan.
Layar AMOLED 144Hz yang diusungnya juga memanjakan mata. Pergerakan menu, animasi transisi, hingga scrolling media sosial terasa sangat licin. Saturasi warnanya tajam dengan tingkat kecerahan yang cukup baik untuk penggunaan di luar ruangan, meskipun bukan yang paling terang di pasaran. Namun, perlu diingat bahwa mengaktifkan mode 144Hz secara terus-menerus akan berdampak signifikan pada konsumsi baterai.
>>Kamera: Surga bagi Vlogger, Tapi Ada Catatan
Infinix tidak berbohong soal kemampuan kameranya. Kamera depan 50MP mampu merekam video 4K di 60fps dengan hasil yang tajam dan pergerakan yang mulus. Fitur autofocus (PDAF) pada kamera depan bekerja cepat, memastikan wajah Anda tetap fokus meskipun bergerak dinamis saat nge-vlog. Untuk kamera belakang 108MP, hasilnya cukup memuaskan di kondisi cahaya terang dengan detail yang melimpah. OIS (Optical Image Stabilization) sangat membantu menjaga kestabilan gambar.
Meskipun demikian, ada sedikit catatan. Saat digunakan merekam video 4K dalam durasi panjang (lebih dari 10 menit), area sekitar modul kamera mulai terasa hangat. Selain itu, pemrosesan gambar di kondisi minim cahaya (low light) masih menyisakan sedikit noise, meskipun mode malam (Super Night Mode) cukup membantu mencerahkan suasana. Kamera ultrawide 13MP juga mengalami penurunan kualitas warna jika dibandingkan dengan lensa utamanya.
>>Baterai 5000mAh: Badak atau Biasa Saja?
Mari kita jawab pertanyaan utama: bagaimana daya tahan baterainya? Dengan kapasitas 5000mAh, Infinix Zero 30 mampu bertahan seharian penuh untuk penggunaan moderat (media sosial, chatting, browsing). Kami mencatat Screen-on-Time (SoT) rata-rata berkisar antara 6 hingga 7 jam pada setelan layar Auto-Switch Refresh Rate. Ini adalah angka yang solid, namun tidak istimewa.
Jika Anda memaksakan layar terus berada di mode 144Hz dan sering merekam video, baterai akan terkuras lebih cepat, mungkin hanya bertahan hingga sore hari. Beruntungnya, teknologi pengisian daya 68W menjadi penyelamat. Mengisi daya dari 0% hingga 80% hanya memakan waktu sekitar 30 menit. Jadi, meskipun baterainya bukan yang paling “badak” di kelasnya karena beban kerja layar dan kamera yang berat, kecepatan pengisian dayanya sangat menutupi kekurangan tersebut.
Tabel Kelebihan & Kekurangan (Detail)
Berikut adalah analisis objektif mengenai poin positif dan negatif dari perangkat ini.
| Aspek | Kelebihan | Kekurangan |
| Desain | Tampilan premium dengan layar lengkung (curved) dan opsi vegan leather. Terasa tipis dan ringan di tangan. | Modul kamera belakang sangat besar dan menonjol, membuat ponsel goyang saat diletakkan di meja datar tanpa casing. |
| Kamera | Kamera depan 50MP dengan dukungan video 4K 60fps yang jarang ada di kelasnya. Kamera utama 108MP dengan OIS. | Tidak ada lensa telephoto. Kualitas kamera ultrawide standar saja. Stabilisasi video di 4K sedikit kurang maksimal dibanding 1080p. |
| Layar | Panel AMOLED 144Hz sangat responsif dan mulus. Visual tajam dengan bezel tipis. | Palm rejection (penolakan sentuhan telapak tangan) pada layar lengkung terkadang kurang akurat, memicu sentuhan tidak sengaja. |
| Performa | Chipset Dimensity 8020 ngebut untuk multitasking dan game populer seperti MLBB atau PUBG Mobile. RAM 12GB sangat lega. | Manajemen panas saat gaming berat atau merekam video 4K durasi lama perlu ditingkatkan. Bodi menjadi cukup hangat. |
| Baterai | Pengisian daya cepat 68W (charger termasuk dalam boks). Kapasitas 5000mAh cukup untuk seharian. | Daya tahan baterai sedikit boros jika mode 144Hz aktif terus-menerus. Tidak ada wireless charging. |
| Software & Fitur | Paket penjualan sangat lengkap (termasuk case bagus). NFC tersedia. | Antarmuka XOS masih banyak memuat bloatware (aplikasi bawaan) dan notifikasi iklan yang harus dimatikan manual. Jaminan update OS belum sebaik kompetitor (Samsung/Pixel). |
Perbandingan Singkat
Untuk memberikan konteks yang lebih luas, mari kita bandingkan Infinix Zero 30 dengan kompetitor:
- vs Samsung Galaxy A54 5G: Samsung unggul telak di jaminan pembaruan software (4 tahun OS), ketahanan air IP67, dan kualitas layar yang lebih terang. Namun, Infinix menang di sektor desain yang lebih modern (layar lengkung), paket penjualan lengkap (charger ada), dan kemampuan video kamera depan (4K 60fps vs 4K 30fps).
- vs Xiaomi 13T: Xiaomi 13T memiliki performa dan kamera Leica yang lebih superior, namun harganya pun berada di kelas yang berbeda (lebih mahal). Jika budget Anda ketat di angka 4 jutaan, Infinix Zero 30 menawarkan rasa “flagship” yang mendekati dengan harga lebih terjangkau.
Perbandingan lengkapnya akan dibahas di artikel terpisah.
Cocok untuk Siapa?
Ponsel ini sangat cocok untuk:
- Content Creator Pemula: Fitur vlog 4K 60fps adalah investasi terbaik untuk kualitas konten media sosial Anda.
- Pencinta Estetika: Mereka yang ingin ponsel terlihat mahal dan elegan tanpa harus merogoh kocek belasan juta.
- Pengguna Multimedia: Layar luas dan tajam sangat enak dipakai nonton film atau drakor.
Sebaiknya cari alternatif lain jika:
- Gamer Hardcore: Meskipun mampu, manajemen suhu ponsel ini bukan yang terbaik untuk sesi gaming maraton (seri GT lebih cocok).
- Software Purist: Jika Anda benci iklan atau aplikasi bawaan yang banyak, XOS mungkin akan membuat Anda sedikit frustrasi.
- Pekerja Lapangan Kasar: Layar lengkung lebih rentan pecah dibanding layar datar jika terjatuh, dan IP53 hanya tahan percikan air, bukan rendaman.
Ringkasan Review
- Vlog Master: Kemampuan video kamera depan adalah nilai jual yang sulit dibantah.
- Curve is King: Desain layar lengkung mengubah total persepsi terhadap merek Infinix menjadi lebih premium.
- Balanced Performance: Dimensity 8020 memberikan keseimbangan performa dan efisiensi yang baik.
- Battery Check: 5000mAh cukup standar, namun charging 68W sangat membantu mobilitas.
- Bloatware Alert: Siapkan waktu 10 menit di awal pemakaian untuk membersihkan aplikasi sampah.
Skema Penilaian
Skor Akhir: 8.4/10 ⭐
Kesimpulan
Infinix Zero 30 adalah sebuah kejutan yang menyenangkan. Ponsel ini berhasil keluar dari bayang-bayang “ponsel gaming murah” dan bertransformasi menjadi perangkat gaya hidup yang kompeten. Fokusnya pada kemampuan kamera depan dan desain premium sangat tepat sasaran mengingat tren konten video pendek yang sedang merajalela saat ini.
Mengenai baterai, klaim 5000mAh memang standar, namun pengelolaannya cukup baik asalkan Anda bijak mengatur refresh rate layar. Memang, ia bukan ponsel dengan baterai paling awet di dunia, tetapi kombinasi dengan pengisian daya 68W membuatnya sangat bisa diandalkan. Bagi Anda yang mencari ponsel dengan tampilan cantik dan kamera vlog superior di harga 4 jutaan, yang satu ini jelas merupakan kandidat kuat yang sulit untuk diabaikan.
Disclaimer
Artikel ini disusun berdasarkan riset, pengalaman penggunaan, serta referensi dari berbagai sumber tepercaya. Penilaian bersifat subjektif dan dapat berbeda tergantung kebutuhan serta preferensi masing-masing pengguna. Harga dan ketersediaan produk dapat berubah sewaktu-waktu.